Evolusi Teori Propaganda
Penulis: Muhammad Alifuddin
Jejak arkeologis dari peradaban kuno telah memperlihatkan peninggalan
berharga seperti baju, istana, patung dan berbagai catatan tertulis. Sejumlah
peninggalan tertulis seperti Analects karya Kong Hu Cu merupakan
ringkasan prestasi penguasa yang digunakan untuk memobilisasi dukungan rakyat.
Prestasi penguasa itu dipaparkan secara berlebihan sehingga muncul mitos dan
berbagai kepercayaan di kalangan massa akan kehebatan dan keperkasaan para penguasa.
Kepercayaan yang hidup dalam masyarakat yang berasal dari kitab-kitab
peninggalan lama menunjukkan teknik propaganda telah lama dipakai dalam
berbagai peradaban. Penguasa merasa berkepentingan untuk membangun citra
dirinya dihadapan rakyatnya. Bila citra agung telah ditetapkan dalam berbagai
catatan yang boleh diketahui rakyat maka penghormatan dan otoritasnya dipercaya
akan menguat.
Dalam berbagai penemuan sejarawan, terbukti bahwa tidak semua penguasa
peradaban lama bebas dari bentuk-bentuk sifat jahat dan otoriter. Sifat
diktatorial sering muncul dalam diri penguasa lama meskipun telah digambarkan
sebagai penguasa yang adil dan jujur. Kontras antara sifat penguasa yang
ternyata kejam dengan gambaran tertulis bahwa penguasa itu adil merupakan
sebuah bukti bahwa para penguasa lama dan demikian juga terlihat dari penguasa
modern ingin dilukiskan sebagai raja atau penguasa yang baik.