MEWUJUDKAN KADER INTELEKTUAL PROFETIK
(Profil Kader Ikatan & Intelektual Profetik)
A.
Landasan ilahiah
1.
QS. Ali Imron:
110
Artinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang
dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang
mungkar dan beriman kepada Tuhan” (QS. Al Imran:110). Penciptaan manusia
dimaksudkan untuk dapat menjadi khalifah yang dapat menjaga harmoni alam. Misi
khalifah dalam kehidupan dunia salah satunya adalah untuk dapat menyuruh yang
baik dan mencegah yang mungkar dalam rangka beriman kepada Allah sang Pencipta.
Pada awal penciptaan manusia, sempat terdapat
keraguan diantara malaikat tentang eksistensi dari khalifah ini. Fenomena
tersebut tertuang dalam Surat Ali Imron: 30 yang menyebutkan: “Mereka berkata
berkata (para malaikat) apakah Engkau akan menciptakan di bumi orang yang
senang berbuat kerusakan dan menumpahkan darah. Allah menjawab sesungguhnya Aku
lebih tahu apa yang kamu tidak ketahui” pada ayat diatas keraguan itu langsung
dijawab Allah dengan sifat Kemaha-tahuan dari keagungan-Nya dengan kalimat inni
a’lamu ma laa ta’lamuun. Sehingga dapat dapat diambil kesimpulan bahwa
kehadiran manusia sebagai khalifatullah fil ard adalah tanda dari Kemaha-tahuan
dan Keagungan Allah SWT.
Kata Umat dari surat Ali Imron: 110
mengindikasiakan perlunya satu kelompok, perkumpulan atau organisasi yang
mengemban misi kekhalifahan. Yang mana, kerja kolektif menjadi prioritas dalam
mengemban misi tersebut untuk menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran
dalam rangka beriman kepada Allah SWT. Sifat dari amar ma’ruf nahi munkar ini
bersifat perennial untuk menjaga dinamisasi dalam cosmos. Sebab, tanpa adanya
upaya tersebut kehidupan makhluk di dunia akan mengalami kehancuran.
Semangat surat Ali-Imron:110 tersebut menjadi
landasan DPD IMM DIY untuk menggagas Grand Design Pengkaderan berbasis
kenabian. Insya Allah, konsep ini akan dijadikan sebagai rujukan kader dalam
melaksanakan setiap kegiatan pengkaderan di Yogyakarta. Dimana tujuannya
diarahkan pada terbentuknya kader yang memiliki kompetensi sebagai khalifah
Allah di bumi.