Membangun Budaya membaca, menulis Kader IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH BIMA
Tampilkan postingan dengan label sains & filsafat islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sains & filsafat islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Oktober 2015

Abu Bakar Al-Razi Tokoh Perintis Kedokteran Moderen

Abu Bakar Al-Razi Tokoh Perintis Kedokteran Moderen



Keinginan kuat Abu Bakar Al-Razi untuk menjadi seorang dokter boleh di bilang bermula dari kegusarannya terhadap praktik dokter yang di anggapnya sudah keterlaluan. Suatu ketika, Abu Bakar Al-Razi datang ke seorang dokter untuk memeriksakan gangguan pada matanya. Ia terkejut karena dokter itu meminta ongkos yang cukup banyak. Abu Bakar Al-Razi merasa bahwa tindakan seperti itu tidaklah adil bagi pasien yang membutuhkan jaminan kesehatan, apalagi untuk orang - orang yang tidak mampu.

Abu Bakar Al-Razi sangat kecewa, karena bidang kedokteran yang seharusnya menjadi ruang pengabdian kepada masyarakat, malah di jadikan lahan untuk mengeruk keuntungan pribadi para juru sembuh yang tamak. Sejak itulah, ia bertekad menjadi seorang dokter yang dengan segenap hati melayani kebutuhan masyarakat akan kesehatan.

INTELEKTUAL PROFETIK

MEWUJUDKAN KADER INTELEKTUAL PROFETIK 

(Profil Kader Ikatan & Intelektual Profetik)


A.    Landasan ilahiah
1.      QS. Ali Imron: 110
Artinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Tuhan” (QS. Al Imran:110). Penciptaan manusia dimaksudkan untuk dapat menjadi khalifah yang dapat menjaga harmoni alam. Misi khalifah dalam kehidupan dunia salah satunya adalah untuk dapat menyuruh yang baik dan mencegah yang mungkar dalam rangka beriman kepada Allah sang Pencipta.
Pada awal penciptaan manusia, sempat terdapat keraguan diantara malaikat tentang eksistensi dari khalifah ini. Fenomena tersebut tertuang dalam Surat Ali Imron: 30 yang menyebutkan: “Mereka berkata berkata (para malaikat) apakah Engkau akan menciptakan di bumi orang yang senang berbuat kerusakan dan menumpahkan darah. Allah menjawab sesungguhnya Aku lebih tahu apa yang kamu tidak ketahui” pada ayat diatas keraguan itu langsung dijawab Allah dengan sifat Kemaha-tahuan dari keagungan-Nya dengan kalimat inni a’lamu ma laa ta’lamuun. Sehingga dapat dapat diambil kesimpulan bahwa kehadiran manusia sebagai khalifatullah fil ard adalah tanda dari Kemaha-tahuan dan Keagungan Allah SWT.
Kata Umat dari surat Ali Imron: 110 mengindikasiakan perlunya satu kelompok, perkumpulan atau organisasi yang mengemban misi kekhalifahan. Yang mana, kerja kolektif menjadi prioritas dalam mengemban misi tersebut untuk menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran dalam rangka beriman kepada Allah SWT. Sifat dari amar ma’ruf nahi munkar ini bersifat perennial untuk menjaga dinamisasi dalam cosmos. Sebab, tanpa adanya upaya tersebut kehidupan makhluk di dunia akan mengalami kehancuran.
Semangat surat Ali-Imron:110 tersebut menjadi landasan DPD IMM DIY untuk menggagas Grand Design Pengkaderan berbasis kenabian. Insya Allah, konsep ini akan dijadikan sebagai rujukan kader dalam melaksanakan setiap kegiatan pengkaderan di Yogyakarta. Dimana tujuannya diarahkan pada terbentuknya kader yang memiliki kompetensi sebagai khalifah Allah di bumi.