Determinisme
dan Chaos
Muhammad Alifuddin
Teori chaos berkaitan dengan proses
alam yang nampaknya kacau atau acak. Satu definisi kamus tentang chaos
akan menunjukkan ketidakberaturan, kekacauan, keacakan, atau kebetulan: gerakan
acak tanpa tujuan, kegunaan atau prinsip tertentu. Tapi, campur-tangan dari
“kebetulan” murni dalam proses material akan mengundang masuknya faktor-faktor
yang bukan-fisik, yaitu, metafisik: kehendak, campur tangan ilahi. Karena ia
berkaitan dengan kejadian-kejadian yang “kebetulan”, maka ilmu chaos
yang baru lahir itu memiliki implikasi-implikasi filsafati yang mendasar.
Proses alami yang pada awalnya dianggap sebagai
acak dan kacau kini terbukti tunduk pada hukum-hukum ilmiah, menunjukkan satu
basis kausal yang deterministik. Lebih jauh lagi, penemuan ini memiliki
penerapan yang demikian luas, kalau tidak dapat disebut universal, sehingga ia
telah mendorong satu cabang ilmu yang sama sekali baru - telaah tentang chaos.
Ia telah menghasilkan satu cara pandang dan metodologi baru, beberapa orang
akan menyebutnya satu revolusi, yang dapat diterapkan pada semua cabang ilmu
yang ada sekarang. Ketika satu blok logam menjadi magnet, ia berubah ke dalam
“keadaan teratur”, di mana semua partikelnya mengarah ke jurusan yang sama. Ia
dapat diarahkan ke satu atau lain jurusan. Secara teoritik, ia “bebas” untuk
mengatur dirinya ke jurusan apapun. Namun pada prakteknya tiap potongan kecil logam
membuat “keputusan” yang serupa.